Inilah 4 Ciri Khas Kota Manado

Inilah 4 Ciri Khas Kota Manado

Manado adalah ibukota provinsi dari Sulawesi Utara. Banyak hal unik kota Manado yang berkembang paling pesat menurut situs  http://agent88bet.co/emenjak dilakukannya reklamasi sejumlah tahun yang lalu. Di samping sebagai ibukota provinsi, tidak sedikit hal unik Kota Manado yang tentunya bisa menjadi pesona tersendiri untuk orang yang mengunjunginya.

Hal Menarik Kota Manado

Pasca dilakukannya reklamasi pantai, tidak sedikit investor dan pelaku ekonomi mulai masuk ke kota ini. Layaknya kota besar beda di Indonesia, Kota Manado tidak sedikit ada gedung atau bangunan yang menjulang tinggi. Bahkan kemacetan kemudian lintas di Kota Manado pada jam tertentu pun sudah serupa Kota Jakarta.

Kondisi ini pasti tidak terlepas dari perkembangan sekian banyak sektor yang terdapat disana, sebut saja ekonomi, bisnis, pariwisata, dan budayanya. Tahukah anda bahwa Kota Manado ini memiliki sejumlah hal unik yang tidak tidak sedikit diketahui oleh tidak sedikit orang.
Hal ini pasti saja bisa menjadi pesona tersendiri sekaligus sebagai karakteristik yang dipunyai Kota Manado.

1. Kota Pindahan

Kota Manado pada jaman dahulu kala, bukanlah Kota Manado seperti kini ini. Pernyataan ini kelihatannya memang benar adanya dan tidak saja sebatas pada pertumbuhan kotanya, tetapi sejarah dari kota ini.
Pada mula mulanya, Kota Manado malah berada di pulau beda yang ketika ini sedang di Pulau Manado Tua. Seiring dengan pertumbuhan jaman, pada kesudahannya kota ini bermigrasi ke daratan di Pulau Sulawesi.

Awal awal kepindahannya, pusat kotanya berada di wilayah Wenang. Sampai berkembangnya Kota Manado dan jadilah ibukota Provinsi Sulawesi Utara laksana sekarang.

Ini pasti saja menjadi satu hal unik Kota Manado dari segi sejarah sebab pada masanya kota ini malah berada di pulau beda yang bersebrangan dengan Kota Manado.

2. Reklamasi Pantai
Isu reklamasi pantai kelihatannya memang erat kaitannya dengan kota besar di Indonesia, sebut saja Jakarta yang reklamasinya bahkan hingga mencuatkan drama yang tak berkesudahan.
Demikian pula dengan reklamasi pantai yang terdapat di Kota Manado ini. Reklamasi pantai di Kota Manado sudah dilaksanakan sejak tahun 1980.

Awal mulanya, reklamasi dilaksanakan untuk pembangunan jalan yang ketika ini dikenal dengan sebutan Boulevard. Pembangunannya sendiri memakan masa-masa yang lumayan lama, yakni sekitar 13 tahun.

Sampai kesudahannya pada tahun 1995 pemerintah setempat membuka Kawasan reklamasi ini guna dijadikan sebagai Kawasan bisnis.

3. Gereja di Berbagai Sudut Kota
Kota Manado memang beberapa besar penduduknya ialah kristiani dan katholik. Sama halnya dengan di Pulau Jawa yang banyak sekali penduduknya ialah muslim dengan tidak sedikit masjid di masing-masing sudut kota.

Di Kota Manado ini juga tidak sedikit dijumpai gereja yang tersebar merata di semua penjuru kota. Setiap gereja yang terdapat di Kota Manado bahkan memiliki karakteristik bangunannya masing-masing.
Ini menjadi hal unik Kota Manado menilik kota ini telah layaknya Rio de Jaineronya Indonensia.

Meskipun demikian, tak butuh khawatir untuk seorang muslim untuk berangjangsana ke kota ini sebab masih tidak sedikit dapat dijumpai masjid pun di sejumlah sudut kota ini.

4. Muara Banyak Sungai Besar
Kota Manado ialah kota yang berada pada muara-muara sungai besar. Kota ini juga berada pada ketinggian yang jauh lebih rendah dikomparasikan dengan kota atau kabupaten beda di sekitarnya.
Kondisi ini pasti dapat menjadi nilai positif maupun negatif untuk kota ini. Positifnya ialah karena sedang di pesisir dengan ketinggian yang ingin rendah, maka kegiatan perekonomian dari pesisir bakal menjadi paling berkembang.

Lihat saja bagaimana kegiatan pelabuhan dan perikanan yang paling berkembang di kota ini. Namun sisi negatifnya ialah tentu saja berhubungan bencana banjir yang sejumlah tahun belakangan ini sering mendekat Kota Manado.

Kondisi ini pasti sangat diprovokasi oleh letak kota ini yang berada pada muara sejumlah sungai besar sekaligus.
Sebut saja Sungai Tondano, Sungai Sario, Sungai Bailang, Sungai Kolongan, Sungai Malalayang, Sungai Maasing, dan Sungai Kima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *